Pengembangan Bank Soal Tes Bakat Skolastik (TBS)
Tidak ada komentar:
SMK BIM KEDIRI, 1 Oktober 2019

TBS merupakan alat tes yang digunakan untuk memprediksi kemampuan seseorang jika diberikan kesempatan untuk melanjutkan belajar ke jenjang yang lebih tinggi atau pada situasi yang baru. Penggunaan TBS untuk memberikan informasi potensi belajar siswa sehingga dapat melengkapi hasil tes prestasi yang sudah diterapkan di sekolah saat ini. Berbeda dari tes prestasi, TBS disusun tidak berdasarkan silabus mata pelajaran tertentu sehingga dalam menjawab soal lebih tergantung pada daya nalar siswa baik logis maupun analitis.
TBS dikembangkan oleh Pusat Penilaian Pendidikan, Balitbang Kemendikbud sejak tahun 1990, yang dalam pengembangannya sedikit banyak mengacu pada pengembangan SAT (Scholastic Aptitude Test). SAT merupakan tes potensi yang digunakan sebagai salah satu alat seleksi masuk perguruan tinggi di Amerika. Salah satu keunggulan TBS adalah prosedur pengembangan butir soal yang sudah terstandar dengan melibatkan tenaga ahli dari beberapa perguruan tinggi, sehingga soal yang dikembangkan merupakan soal yang valid. Soal yang telah diuji kemudian dikelola dalam bentuk bank soal yang terkalibrasi sehingga hasil tes dari beberapa subtes yang berbeda, tahun yang berbeda, dan rakitan atau paket yang berbeda, akan dapat diperbandingkan.
Puspendik mengembangkan TBS dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris yang terdiri dari 3 subtes. Berikut ini rincian masing-masing subtes TBS:
  1. Subtes Verbal : mengukur kemampuan seseorang dalam menggunakan logika verbal untuk menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan masalah kata/bahasa
    Subtes verbal terdiri dari: Sinonim, Antonim, Analogi dan Wacana
  2. Subtes Kuantitatif: mengukur kemampuan matematis sederhana, memahami konsep matematika dan menggunakan logika angka untuk menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan angka.
    Subtes Kuantitatif terdiri dari: Deretan Angka, Aritmatika dan Aljabar, dan Geometri.
  3. Subtes Penalaran: Mengukur kemampuan untuk memilih dan mengorganisasi informasi yang relevan untuk menyelesaikan masalah.
    Subtes Penalaran terdiri dari: Logis, diagram dan Analitis.


     Kegiatan TES Bakat Skolastik SMK BIM Kediri


TBS diharapkan dapat digunakan di sekolah-sekolah sehingga sekolah akan memperoleh informasi mengenai potensi belajar siswa didiknya. Akurasi prediksi prestasi siswa pada jenjang/kelas yang lebih tinggi dapat terlihat berdasarkan hasil TBS, yang berarti bahwa TBS mempunyai korelasi yang signifikan dengan prestasi belajar siswa. Siswa dengan nilai TBS yang tinggi, maka siswa tersebut tentunya akan mempunyai prestasi belajar yang bagus. (https://puspendik.kemdikbud.go.id)


#kemendikbud  #DITPSMK  #SMKHEBAT  #dindikjatim  #cabdindikkediri  #smkwilkediri

SERBA-SERBI SMK
Oleh : Fildza Hasna
Sumber asli : youthmanual









Kesehatan merupakan salah satu bidang ilmu yang terus berinovasi dari masa ke masa. Industri kesehatan banyak mendapat pengaruh dari sektor ekonomi, sains, dan teknologi. Berkembangnya industri kesehatan tentu membutuhkan tenaga-tenaga profesional dengan keahlian yang mumpuni. Nggak hanya perguruan tinggi, institusi sekolah kejuruan, dalam hal ini SMK, pun turut berkontribusidalam mencetak tenaga-tenaga ahli yang paham mengenai bidang kesehatan.
Kini, untuk jenjang SMK sendiri, bidang kesehatan telah bergabung dengan bidang pekerjaan sosial. 
Karena, seiring perkembangan zaman, kesadaran akan tenaga pelayanan sosial untuk melengkapi layanan kesehatan semakin penting karena tidak melulu aspek fisik dan biologis yang harus diperhatikan dalam sebuah sistem pelayanan kesehatan, namun juga aspek sosial dan psikologisnya.
Cakupan Studi
Bidang Ilmu Kesehatan dan Pekerjaan Sosial mencakup 5 program keahlian yang masing-masing dipecah lagi ke dalam Kompetensi Keahlian atau jurusan. Program-program tersebut adalah:

Keperawatan
Asisten Keperawatan
Kesehatan Gigi
Dental Asisten
Teknologi Laboratorium Medik
Teknologi Laboratorium Medik
Farmasi
Farmasi Klinis dan Komunitas
Farmasi Industri
Pekerjaan Sosial
Social Care (Keperawatan Sosial)
Caregiver

Sejarah dan Perkembangan
Cikal bakal studi bidang kesehatan sudah ada sejak zaman sebelum Masehi di Mesir, Cina, hingga Yunani dan Romawidari pada praktek-praktek pengobatan kunonya. Tokoh yang terkenal adalah Hippocrates, yang dianggap sebagai Bapak Ilmu Kesehatan di Barat. Kemudian, di akhir tahun 900 Masehi ada pula Avicennadari timur tengah yang mendalami ilmu kesehatan. Pada abad ke-9, sekolah Kesehatan (Kedokteran) pertama berdiri di Italia. Ilmu kesehatan pun mulai berkembang.

Sejarah studi kesehatan di Indonesia sendiri dimulai sebelum zaman kemerdekaan, yaitu dengan berdirinya sekolah kedokteran, Dokter-Jawa tahun 1851 dan STOVIA di tahun 1902. Alasan Belanda mendirikan sekolah medis adalah untuk mengatasi berbagai wabah penyakit, sebab pengobatan tradisional dianggap tak mampu lagi mengatasinya. Industri kesehatan yang berkembang pesat sejak tahun 1950-an, membawa perubahan di banyak aspek terutama terutama produksi obat-obatan dan usaha rumah sakit. Industri ini pun terus maju seiring dengan perkembangan kebutuhan masyarakat dan kemajuan teknologi.

Gambaran Bidang Kesehatan dan Pekerjaan Sosial di Indonesia
Meski dalam 2 dekade terakhir Indonesia terbilang berhasil mengembangkan sektor kesehatan dengan penekanan angka kematian bayi, namun nyatanya Indonesia juga masih memiliki banyak PR terkait bidang krusial yang satu ini. Proporsi dokter dan petugas medis serta kuota rumah sakit dan puskesmas yang ada di Indonesia masih berada di bawah standar WHO, dan ini membuat kita termasuk tertinggal dibandingkan negara-negara lain di Asia Pasifik. Bahkan di beberapa daerah terpencil, tenaga kesehatan seperti perawat dan bidan masih sulit sekali ditemukan.
Di sinilah pendidikan berperan dalam menghasilkan tenaga kesehatan profesional demi mencukupi kebutuhan tersebut. Sebagai sebuah institusi yang bertujuan mencetak lulusan siap kerja, SMK pun ikut serta berkontribusi mendidik generasi muda yang terampil dalam praktik-praktik kesehatan.
Meski sempat melalui beberapa penolakan, pada tahun 2014 pemerintah akhirnya mengakui lulusan SMK Kesehatan sebagai tenaga profesional yang dapat berkarir di institusi penyedia layanan kesehatan. Berdasarkan Undang-Undang RI Nomor 36 Tahun 2014 Tentang Tenaga Kesehatan, seorang lulusan SMK dapat bekerja sebagai seorang Asisten Tenaga Kesehatan.
Sementara itu, seiring meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia dan usia harapan hidup, kebutuhan akan tenaga kerja kesehatan homecare pun ikut mengalami kenaikan. Di sinilah lulusan bidang Kesehatan dan terutama Pekerjaan Sosial berkontribusi untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Prospek Karir
Jika berdasarkan Undang-Undang yang ada, prospek karir utama dari seorang lulusan SMK Kesehatan adalah sebagai seorang Asisten Tenaga Kesehatan.

Asisten Tenaga Kesehatan sendiri terdiri atas:
Asisten Perawat
Asisten Tenaga Kefarmasian
Asisten Dental
Asisten Teknisi Laboratorium Medik
Asisten Teknisi Pelayanan Darah

Sementara itu, untuk bidang pekerjaan sosialnya sendiri, prospek karir yang bisa dimasuki oleh lulusan SMK adalah sebagai pekerja sosial di Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) maupun lembaga sosial milik pemerintah. Selain itu, mereka juga bisa bekerja di perusahaan penyedia layanan homecare yang kini telah banyak menjamur di berbagai daerah di Indonesia.
PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU
RINCIAN PENDAFTARAN SISWA

-Pendaftaran , Biaya = Rp. 100.000,-
-Tes Kesehatan ( Yang penting tidak buta warna )
-Daftar Ulang, Biaya = Rp. 3.400.000,-
 Dengan Rincian :    
      -Seragam 5 macam, atribut, Praktek KIT = Rp. 1.300.000,-
      -Cicilan DP3 = Rp. 750.000,- ( dari biaya Rp. 3.000.000,-)
      -Biaya Praktikum Semester 1 = Rp. 1.200.000,- /Semester
      -SPP Bulan Juli (Awal tahun Ajaran) = Rp. 150.000,-

-Setelah itu adalah biaya SPP /Bulan = Rp. 150.000,-
-Biaya Praktek = Rp. 1.200.000,- /Semester 

 ( Mulai kelas X praktek dilaksanakan di lab. sesuai  jurusan milik SMK KESEHATAN BIM KEDIRI sendiri )

Kekurangan DP3 diangsur selama 4 Semester dengan biaya total Rp. 2.500.000,-
Setiap Semester ada LKS/BKS senilai kurang-lebih Rp. 100.000,-


Semester 5 ada Prakerin ( Praktek Kerja Industri ) di Rumah Sakit, Apotik, Laboratorium Klinik dengan biaya menyesuaikan.


Semester 6 Ujian Praktek Keahlian dengan biaya menyesuaikan.
Ujian Nasional biaya menyesuaikan.

#Tidak ada biaya UTS dan Ujian Akhir.

+Ada beasiswa PIP, BKSM.



SEGERALAH BERGABUNG DAN DAFTARKAN DIRI ANDA ATAU PUTRA-PUTRI ANDA DI SMK KESEHATAN BIM KEDIRI. 



SERBA-SERBI SMK: BIDANG & JURUSAN SMK KESEHATA DAN PEKERJAAN SOSIAL

Oleh : Fildza Hasna


Kesehatan merupakan salah satu bidang ilmu yang terus berinovasi dari masa ke masa. Industri kesehatan banyak mendapat pengaruh dari sektor ekonomi, sains, dan teknologi. Berkembangnya industri kesehatan tentu membutuhkan tenaga-tenaga profesional dengan keahlian yang mumpuni. Nggak hanya perguruan tinggi, institusi sekolah kejuruan, dalam hal ini SMK, pun turut berkontribusi dalam mencetak tenaga-tenaga ahli yang paham mengenai bidang kesehatan.
Kini, untuk jenjang SMK sendiri, bidang kesehatan telah bergabung dengan bidang pekerjaan sosial. 
Karena, seiring perkembangan zaman, kesadaran akan tenaga pelayanan sosial untuk melengkapi layanan kesehatan semakin penting karena tidak melulu aspek fisik dan biologis yang harus diperhatikan dalam sebuah sistem pelayanan kesehatan, namun juga aspek sosial dan psikologisnya.

Cakupan Studi
Bidang Ilmu Kesehatan dan Pekerjaan Sosial mencakup 5 program keahlian yang masing-masing dipecah lagi ke dalam Kompetensi Keahlian atau jurusan. Program-program tersebut adalah:

Keperawatan
Asisten Keperawatan
Kesehatan Gigi
Dental Asisten
Teknologi Laboratorium Medik
Teknologi Laboratorium Medik
Farmasi
Farmasi Klinis dan Komunitas
Farmasi Industri
Pekerjaan Sosial
Social Care (Keperawatan Sosial)
Caregiver

Sejarah dan Perkembangan
Cikal bakal studi bidang kesehatan sudah ada sejak zaman sebelum Masehi di Mesir, Cina, hingga Yunani dan Romawidari pada praktek-praktek pengobatan kunonya. Tokoh yang terkenal adalah Hippocrates, yang dianggap sebagai Bapak Ilmu Kesehatan di Barat. Kemudian, di akhir tahun 900 Masehi ada pula Avicennadari timur tengah yang mendalami ilmu kesehatan. Pada abad ke-9, sekolah Kesehatan (Kedokteran) pertama berdiri di Italia. Ilmu kesehatan pun mulai berkembang.

Sejarah studi kesehatan di Indonesia sendiri dimulai sebelum zaman kemerdekaan, yaitu dengan berdirinya sekolah kedokteran, Dokter-Jawa tahun 1851 dan STOVIA di tahun 1902. Alasan Belanda mendirikan sekolah medis adalah untuk mengatasi berbagai wabah penyakit, sebab pengobatan tradisional dianggap tak mampu lagi mengatasinya. Industri kesehatan yang berkembang pesat sejak tahun 1950-an, membawa perubahan di banyak aspek terutama terutama produksi obat-obatan dan usaha rumah sakit. Industri ini pun terus maju seiring dengan perkembangan kebutuhan masyarakat dan kemajuan teknologi.

Gambaran Bidang Kesehatan dan Pekerjaan Sosial di Indonesia
Meski dalam 2 dekade terakhir Indonesia terbilang berhasil mengembangkan sektor kesehatan dengan penekanan angka kematian bayi, namun nyatanya Indonesia juga masih memiliki banyak PR terkait bidang krusial yang satu ini. Proporsi dokter dan petugas medis serta kuota rumah sakit dan puskesmas yang ada di Indonesia masih berada di bawah standar WHO, dan ini membuat kita termasuk tertinggal dibandingkan negara-negara lain di Asia Pasifik. Bahkan di beberapa daerah terpencil, tenaga kesehatan seperti perawat dan bidan masih sulit sekali ditemukan.
Di sinilah pendidikan berperan dalam menghasilkan tenaga kesehatan profesional demi mencukupi kebutuhan tersebut. Sebagai sebuah institusi yang bertujuan mencetak lulusan siap kerja, SMK pun ikut serta berkontribusi mendidik generasi muda yang terampil dalam praktik-praktik kesehatan.
Meski sempat melalui beberapa penolakan, pada tahun 2014 pemerintah akhirnya mengakui lulusan SMK Kesehatan sebagai tenaga profesional yang dapat berkarir di institusi penyedia layanan kesehatan. Berdasarkan Undang-Undang RI Nomor 36 Tahun 2014 Tentang Tenaga Kesehatan, seorang lulusan SMK dapat bekerja sebagai seorang Asisten Tenaga Kesehatan.
Sementara itu, seiring meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia dan usia harapan hidup, kebutuhan akan tenaga kerja kesehatan homecare pun ikut mengalami kenaikan.
Di sinilah lulusan bidang Kesehatan dan terutama Pekerjaan Sosial berkontribusi untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Prospek Karir
Jika berdasarkan Undang-Undang yang ada, prospek karir utama dari seorang lulusan SMK Kesehatan adalah sebagai seorang Asisten Tenaga Kesehatan.

Asisten Tenaga Kesehatan sendiri terdiri atas:
Asisten Perawat
Asisten Tenaga Kefarmasian
Asisten Dental
Asisten Teknisi Laboratorium Medik
Asisten Teknisi Pelayanan Darah


Sementara itu, untuk bidang pekerjaan sosialnya sendiri, prospek karir yang bisa dimasuki oleh lulusan SMK adalah sebagai pekerja sosial di Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) maupun lembaga sosial milik pemerintah. Selain itu, mereka juga bisa bekerja di perusahaan penyedia layanan homecare yang kini telah banyak menjamur di berbagai daerah di Indonesia.
Sumber asli : youthmanual


Belajar di SMK Sesuai Minatmu ...
Belajar di SMK Sesuai Minatmu ...
Kompas.com - 24/10/2008, 04:39 WIB 


















Apa sih yang ada di benak abu-abuers tentang sekolah menengah kejuruan, sebut aja salah satunya sekolah teknik menengah atau STM? 
Hmm, mungkin komentar kamu enggak jauh-jauh dari suka tawuran, enggak asyik, enggak bergengsi, atau enggak keren. Jadilah, banyak lulusan SMP yang lebih milih masuk SMA. Jika ada yang milih SMK, umumnya sih sebab enggak keterima di SMA favoritnya. 
Bersekolah di SMK memang sempat enggak favorit di kalangan kaum muda, terutama mereka yang pintar dan berduit. 
Citra SMK sebagai sekolah nomor dua membuat sekolah ini enggak populer, dianggap cuma cocok buat kaum muda yang udah siap kerja begitu melepas predikat abu-abunya. Tapi, itu dulu! 

Beberapa tahun belakangan ini SMK makin populer. Apalagi, pada tahun 2015 nanti Departemen Pendidikan Nasional bakal membuat rasio SMK dan SMA menjadi 70:30. Minat kaum muda untuk memilih SMK setidaknya terlihat saat pendaftaran siswa baru. Sudah banyak lulusan SMP yang dengan sadar menjadikan SMK sebagai pilihan pertama. Apalagi, iklan di layar kaca juga gencar mempromosikan SMK sebagai pilihan sekolah yang layak dilirik. 
Program keahlian di SMK itu bukan cuma teknik, otomotif, atau bisnis aja. Ada segudang pilihan yang bakal membekali siswa dengan keterampilan spesifik. Berdasarkan data Direktorat Pembinaan SMK Departemen Pendidikan Nasional, ada 19.320 program keahlian. Program keahlian yang sangat variatif ini dikelompokkan dalam 13 rumpun. Mulai dari yang paling banyak sekolah dan peminatnya adalah bisnis dan manajemen; teknik mesin, tekstil, dan industri; teknik mekanik otomotif; pariwisata, tata busana, tata kecantikan, tata boga, dan pekerja sosial; kelautan, pelayaran, dan budidaya ikan; teknologi informasi dan komunikasi serta telekomunikasi; bangunan; listrik; pertanian dan peternakan; seni, kriya atau kerajinan tangan, grafika; elektronika; kesehatan; dan geologi pertambangan. 

Selain itu, siswa SMK juga punya ajang kompetisi yang enggak kalah bergengsi, seperti Olimpiade Sains Nasional (OSN) yang rutin diadain buat abu-abuers SMA. Seleksinya juga kayak OSN, mulai dari tingkat sekolah sampai provinsi. Namanya Lomba Keterampilan Siswa (LKS) SMK yang udah 16 tahun digelar. Pemenang di tingkat nasional dipersiapkan buat ikut World Skill Competition mulai tingkat ASEAN, Asia, dan dunia. Prestasi abu-abuers SMK kita bisa dibilang terus membaik. Di tingkat ASEAN, Indonesia termasuk nomor satu lho. Di ajang World Skill Competition, Indonesia baru dua kali terlibat sebagai peserta. Dalam kompetisi di Jepang tahun lalu, kita berada di posisi ke-21 dari 52 negara. Sebelumnya, Indonesia di posisi ke-44. Cukup bikin bangga kan prestasi abu-abuers SMK kita? Mereka juga bisa berprestasi di tingkat dunia. Malah, banyak lulusan SMK kita yang jago-jago diminta bekerja di luar negeri. Sesuaikan minat Belajar di SMK bisa menyenangkan juga kok. Apalagi, kalau kita pengin ahli dan terampil di suatu bidang yang memang kita minati. Belajar di SMK bisa cocok buat kita. Buat kamu yang hobi musik, ada SMK musik. Terserah minat kamu, mau memperdalam seni musik tradisional seperti karawitan atau musik klasik, mulai dari piano, gitar, dan biola. 

Di SMK Negeri 2 Kasihan, Bantul, Yogyakarta, misalnya, kamu bisa pilih seni musik atau seni pertunjukan. Mereka yang tertarik dengan tanam-menanam, pilih saja SMK pertanian. Di sekolah ini kamu bakal dapat ilmu dan keterampilan soal menanam sayur, buah, dan tanaman hias, gimana melakukan pembibitan atau kultur jaringan untuk menghasilkan tanaman yang bagus, sampai mengolah hasil panen menjadi produk makanan yang nilai jualnya lebih tinggi. Buat yang hobi dengan dunia animasi, desain web, pokoknya yang berkaitan dengan teknologi informasi dan komunikasi, di SMK kamu bisa mendalaminya. Tinggal cari SMK yang punya program keahlian ini dan mulailah hari-hari kamu dengan belajar yang enggak jauh dari kata praktik. Syarifa, siswa kelas III Jurusan Tata Busana SMKN 30 Jakarta, bercerita, sejak kecil ia ingin menjadi desainer pakaian dan membuka butik. ”Teman ibu saya, seorang desainer pakaian, mereferensikan SMK ini,” katanya. Menurut dia, masuk SMK lebih menguntungkan karena langsung fokus mempelajari bidang yang disukai dan tak membuang waktu belajar hal-hal lain yang kurang menarik. ”Lulusan sarjana start masuk kerja paling bergaji Rp 1 juta-Rp 2 juta. Kalau kita buka usaha sendiri, bisa lebih banyak dapetnya, yang penting mau kerja keras,” ujarnya. Untuk mewujudkan impiannya, Syarifa berencana mendalami studi desain di luar negeri. 

Debby Christiany, siswa kelas III Jurusan Akomodasi Perhotelan SMK Jayawisata 2 Jakarta, bercerita, ia sering praktik di hotel berbintang lima. Biarpun status masih abu-abuers, ia harus profesional seperti karyawan di hotel tempatnya magang. Kedisiplinan dalam bekerja itu diasah banget sejak kita masuk SMK. Debby juga harus bisa tampil menarik. Maklum, bekerja di hotel kan harus terlihat rapi, menarik, dan ramah. Di sekolah ada kelas beauty untuk cewek dan kelas handsome untuk cowok, yang ngajarin gimana cara dandan dan bahasa tubuh yang pas supaya kelihatan ”grooming”. Mereka juga diajarin table manner. Selain itu, ada juga keahlian tours & travel. Mereka harus bisa membuat tour planning atau perencanaan perjalanan wisata domestik dan internasional, tour guide, sampai reservation & airlines ticketing. Bekal bahasa internasional, seperti bahasa Inggris, Jepang, dan Mandarin, juga diajarin. Banyak siswa SMK yang udah dipesan untuk kerja di hotel berbintang lima. Saking asyik kerja, sampai ada yang lupa ambil ijazah. Trus, ada juga lho yang dilirik jadi pramugari. Biarpun konsentrasi sekolah ngajarin keahlian, enggak berarti hari-hari kamu di sekolah cuma belajar dan bekerja, ekskul juga ada kok. 

Contoh, di SMK Jayawisata, program ekskulnya meliputi olahraga dan seni. Siswa bisa pilih aktif di ekskul bola basket dan voli, tenis meja, cheerleader, sulap, tarian tradisional dan modern serta breakdance, pencak silat, dan kelas modeling. Kerja atau kuliah Pendidikan menengah kejuruan ke depannya bakal lebih banyak sekolahnya. Tujuannya, biar abu-abuers pintar sekaligus terampil. Pilihan belajar di SMA itu nantinya buat mereka yang berminat untuk ngelanjutin sekolah ke universitas atau institut. Eits, tunggu dulu! Bukan berarti kalau kita belajar di SMK bakal enggak bisa kuliah. Salah besar! Justru di SMK pilihan kita terbuka lebar. Pertama, mau kerja, kita udah terampil. Pasalnya, di SMK kita banyak dapat praktik di sekolah dan magang di perusahaan. Kedua, kita tetap bisa masuk perguruan tinggi. Enggak ada tuh larangan buat kuliah di perguruan tinggi favorit semisal UI, ITB, atau UGM. Kalau pilihan kuliah pas dengan program keahlian di SMK-mu, peluangnya sama besar dengan abu-abuers SMA. Selama belajar di SMK, kita juga dapet teori buat bekal menjalani tes intelektual. Ketiga, kita bisa kerja sambil kuliah. Asyik kan, setidaknya uang jajan enggak tergantung lagi sama jatah dari ortu. (ELN/INE)



VeeThemes

DI SMK BELAJAR UNTUK MANDIRI
BUKAN BELAJAR UNTUK SEKOLAH


VeeThemes
Setiap anak punya bakat yang unik dan berbeda dan berhak memdapat pendidikan yang sesuai dengan minat, bakat & kemampuannya. SMK adalah model sekolah yang paling siap untuk mengembangkan bakat dan kemampuan anak sesuai minat dan bakat. Dan lulusan SMK paling siap untuk belajar mandiri dan atau melanjutkan kuliah.